![]() | |
| Hanik dan Tamim Wedding |
Bagi calon pasangan yang akan melangsungkan proses pernikahan. Berikut permasalahan yang sering terjadi pada permulaan berumahtangga yang dapat anda persiapkan sejak saat sebelum menikah. Agar perjalanan rumah tangga berjalan dengan baik:
1. Pengelolaan keuangan Rumah Tangga
Pada awal pernikahan rumah tangga kebutuhan akan sangat berbeda dengan keadaan single. Oleh karena itu perlu dipelajari. Memanajemen kebutuhan urusan rumah tangga mulai untuk dipilah pilah mana kebutuhan primer dan mana kebutuhan sekunder maupun gaya hidup. Dan yang pasti jika masih tersisa urusan terkait hutang sebelum pernikahan maka jangan lupa untuk disampaikan kepada pasangan dan diselesaikan secepatnya agar pengelolaan keuangan selanjutnya lebih baik. Aplikasi yang bisa membantu anda dalam masalah ini adalah aplikasi keungan.
2. Adaptasi dengan Pasangan
Jika anda dan pasangan menempuh proses pernikahan dengan cara ta’aruf maka adaptasi dengan pasangan harus segera dilatih untuk bisa menerima pasangan yang kita miliki saat ini. Kita semua pasti mengetahui semua manusia banyak kekurangan dan mempunyai kelebihan maka berpandailah untuk menyikapi kondisi yang saat ini terjadi ketika kita sudah memiliki pasangan hidup. Anda bisa membaca buku terkait hal psikologi perempuan dan laki laki itu sangat diperlukan untuk mempersiapakan kemungkinan yang kadang tidak terfikirkan oleh kita.
3. Adpatasi dengan Lingkungan
Pasangan suami istri yang yang memutuskan untuk tinggal bersama secara mandiri, misalnya mengontrak ataupun membeli hunian maka hal belajar bersosialisasi dengan tetangga sangat diperlukan. Dimana kita harus bisa berhubungan baik dengan tetangga yang berada disekitar dan bergaul dengan baik dilingkungan agar tercipta hubungan yang harmonis. Anda bisa membaca buku adab dengan tetangga.
4. Bekerja / Dirumah
Hal ini merupakan pilihan yang kadang membuat istri agak bingung. Disatu sisi dulu sebelum menikah bekerja dan setelah menikah misalnya dibawa oleh suaminya merantau didekat tempat kerjanya saat ini mau ga mau pasti harus ikut dengan suami. Ini berhubungan juga terkait wanita yang khawatir akan kelangsungan ekonomi dalam rumah tangganya apakah dengan tidak bekerja ekonomi akan berjalan dengan lancar ataupun sebaliknya.
Disatu sisi ada perasaan yang muncul jika tidak kerja bosen dirumah bingung melakukan hal apa . Disisi lain jika bekerja apakah kita bisa melayani dan menjalai rumah tangga dengan baik jika saat nanti punya anak bagaimana untuk kelangsungan status pekerjaannya dan merawat buah hatinya. Semua tergantung dengan pilihan dan landasan masing masing dalam memilih hal ini. Itu yang perlu dibicarakan sebelum menikah.
5. Mengontrak/Ikut orang tua
Dua pilihan ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Jika kita memilih untuk ikut bersama orang tua untuk kebutuhan peralatan seputar rumah tangga belum diperlukan. Dan biaya dalam hal penyewaan rumah dapat dipangkas dalam anggaran. Begitupun sebaliknya jika pasangan suami istri akan mengontrak maka anggaran sewa rumah dan peralatan rumah tangga harus dikeluarkan. Akan tetapi mengontrak atau menyewa rumah bagi pasangan baru menikah akan melatih kemandirian dalam hal finansial dan menjaga privasi permasalahan dalam rumah tangga dari orang tua.
6. LDR / Hidup Bersama
Bagi pasangan yang sebelumnya berkarir dikota masing sebelum menikah. Hal ini sangat perlu untuk dipertimbangkan apakah kehidupan selanjutnya dengan LDR yaitu masing masing bekerja ditempatnya masing masing dengan kehidupan yang berpisah ataupu misalnya sang istri tidak ikut bersama suami bekerja dengan intensitas pertemuan antar kedua belah pihak terbatas karena jarak. Ataupun dengan hidup bersama dengan seadanya dan mencari pekerjaan baru ditempat tinggal baru ataupun memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga tangga. Itu semua pilihan yang bisa untuk didiskusikan.

0 comments:
Post a Comment